Dorong Infrastruktur dan Daya Tarik Wisata, Pantai Wonokerto Diharapkan Makin Mudah Diakses
Judul:
Dorong Infrastruktur dan Daya Tarik Wisata, Pantai Wonokerto Diharapkan Makin Mudah Diakses
Subtitle:
Ketua Dewan Pembina dan BUMDes Mitra Mina optimistis peningkatan akses jalan serta tren kunjungan signifikan mampu mendongkrak potensi wisata berbasis alam di pesisir Wonokerto
Isi Berita:
PEKALONGAN, rakyatcerdas.my.id – Upaya pengembangan kawasan wisata Pantai Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, terus didorong dari berbagai sisi, mulai dari peningkatan infrastruktur hingga penguatan daya tarik wisata berbasis alam. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pembina, H. Sumar Rosul, S.IP., M.AP., yang menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan, khususnya dari pemerintah provinsi.
Menurut Sumar Rosul, pembangunan jalan cor beton menuju kawasan pantai menjadi salah satu prioritas utama yang tengah diperjuangkan. Ia menyebut akses jalan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kemudahan wisatawan dalam menjangkau lokasi.
“Kami dorong ke depan agar pembangunan jalan beton ini bisa segera terealisasi. Harapannya ada atensi dari dana bantuan keuangan provinsi untuk mendukung pembangunan akses menuju Pantai Wonokerto,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses perencanaan telah dilakukan bersama pihak terkait di tingkat daerah, termasuk koordinasi dengan bidang bina marga. Bahkan, menurutnya, anggaran untuk proyek tersebut telah disiapkan dan tinggal menunggu waktu pelaksanaan.
“Secara perencanaan sudah ada, kemarin juga sudah kami proses bersama pihak terkait. Insya Allah pertengahan tahun ini sudah bisa mulai dieksekusi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sumar Rosul mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi wisata lokal yang dimiliki tanpa harus bepergian jauh. Pantai Wonokerto, menurutnya, memiliki keindahan alami yang tidak kalah menarik, terutama saat sore hari ketika pengunjung dapat menikmati panorama matahari terbenam.
“Masyarakat tidak perlu jauh-jauh, di sini kita punya wisata pantai yang alami, rindang, dan indah. Sunset-nya juga sangat dinikmati. Meski operasional hanya sampai pukul 18.00 karena faktor keamanan, namun tetap menjadi destinasi yang nyaman untuk keluarga,” jelasnya.
Dengan harga tiket yang terjangkau, yakni sekitar Rp5.000, wisata ini dinilai sangat ramah bagi semua kalangan. Pengunjung juga diperbolehkan membawa bekal sendiri atau menikmati sajian dari warung-warung yang tersedia di sekitar lokasi.
Di sisi lain, tantangan abrasi pantai masih menjadi perhatian serius. Sumar Rosul menyebut bahwa penanganan abrasi membutuhkan perencanaan besar yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.
“Ada blueprint besar dari pemerintah terkait penanganan abrasi, termasuk rencana pembangunan tanggul laut atau seawall dari Jakarta hingga Banyuwangi. Kami berharap program ini segera direalisasikan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kawasan pesisir bukan sepenuhnya kewenangan desa atau BUMDes, melainkan berada di bawah otoritas provinsi. Oleh karena itu, setiap upaya penanganan harus melalui koordinasi lintas pihak.
“Saat ini upaya yang bisa dilakukan masih bersifat vegetatif, seperti penanaman pohon bersama komunitas dan LSM. Namun memang belum mampu menahan kuatnya gelombang,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Mitra Mina, Krisandi Oktofredi, S.Pd., mengungkapkan bahwa tren kunjungan wisatawan ke Pantai Wonokerto menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, meskipun sangat dipengaruhi kondisi alam.
“Grafik pengunjung mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Namun karena konsepnya natural tourism, sangat bergantung pada faktor cuaca, pasang surut air laut, dan musim hujan,” jelas Krisandi.
Ia menyebutkan, pada periode tertentu seperti H+1 Lebaran, jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Bahkan pada tahun sebelumnya, dalam satu hari jumlah pengunjung tembus hingga 11.200 orang.
“Untuk tahun ini, sampai siang sudah mencapai sekitar 4.000 pengunjung. Kami optimistis dengan kondisi cuaca yang mendukung, angka kunjungan pada puncak Syawalan bisa melampaui tahun sebelumnya,” katanya.
Meski demikian, Krisandi mengakui bahwa fasilitas umum di kawasan wisata tersebut masih perlu ditingkatkan, terutama untuk mengimbangi lonjakan jumlah pengunjung.
“Fasilitas memang belum sepenuhnya memadai karena lonjakan pengunjung cukup tinggi. Ini menjadi evaluasi ke depan agar pelayanan bisa lebih optimal,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat, Pantai Wonokerto diharapkan mampu terus berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga nyaman dan aman bagi seluruh pengunjung.
Related Articles