Pengemudi Ojol Meninggal Usai Antar Pesanan dan Salat Maghrib di Ponpes Karangsari

Kriminal & Hukum 11 May 2026 12:18 3 min read 5 views By Wito Andriyanto
Pengemudi Ojol Meninggal Usai Antar Pesanan dan Salat Maghrib di Ponpes Karangsari
Sempat Batuk Keras di Area Wudhu, Korban Ditemukan Terlentang dengan Mulut Mengeluarkan Darah

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id — Suasana tenang di sebuah masjid Pondok Pesantren di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah haru setelah seorang pengemudi ojek online ditemukan meninggal dunia di area tempat wudhu, Minggu (10/5/2026) petang.

 

Korban diketahui bernama Juroto (45), warga Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Sebelum meninggal dunia, korban sempat menjalankan aktivitasnya seperti biasa dengan mengantarkan pesanan makanan kepada pelanggan di lingkungan pondok pesantren tersebut.

 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB atau sesaat menjelang waktu salat Maghrib. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Honda Vario untuk mengantar pesanan ayam geprek dari aplikasi Gojek.

 

Usai menyelesaikan pekerjaannya, korban kemudian memutuskan ikut melaksanakan salat Maghrib berjamaah bersama para santri dan jamaah lainnya di masjid pondok pesantren.

 

Kapolsek Karanganyar, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa korban awalnya terlihat dalam kondisi normal ketika mengikuti salat berjamaah.

 

“Korban selesai mengantar pesanan makanan dan kemudian ikut melaksanakan salat Maghrib berjamaah di masjid,” ujar Kapolsek dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

 

Namun suasana berubah ketika salat memasuki rakaat ketiga. Menurut keterangan sejumlah saksi, korban tiba-tiba keluar dari saf dan berjalan menuju area tempat wudhu sambil menutupi mulutnya.

 

Tak lama kemudian, beberapa jamaah mendengar suara batuk cukup keras dari arah tempat wudhu. Karena salat masih berlangsung, para jamaah belum mengetahui secara pasti kondisi korban saat itu.

 

Setelah salat selesai, jamaah kemudian mendapati korban sudah dalam posisi terlentang di bawah kran tempat wudhu dengan kondisi mulut mengeluarkan darah.

 

“Beberapa saksi mendengar korban batuk cukup keras di area tempat wudhu. Setelah jamaah selesai shalat, korban ditemukan sudah dalam posisi terlentang di bawah kran tempat wudhu dengan kondisi mulut mengeluarkan darah,” jelas Slamet Riyadi.

 

Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pengurus pondok pesantren dan diteruskan ke Polsek Karanganyar. Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Pekalongan serta dokter jaga RSUD Kajen kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal terhadap korban.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal, korban meninggal akibat gangguan kesehatan yang memicu perdarahan saluran cerna.

 

“Hasil pemeriksaan sementara dari dokter dan tim Inafis, darah yang keluar dari mulut korban diduga akibat perdarahan saluran cerna. Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun tindak pidana,” terang Kapolsek.

 

Petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di lokasi kejadian, di antaranya telepon genggam, tas pinggang berisi dompet dan uang tunai, serta sepeda motor Honda Vario yang digunakan korban untuk bekerja sehari-hari sebagai pengemudi ojek online.

 

Peristiwa tersebut sempat membuat jamaah dan warga sekitar terkejut. Banyak yang tidak menyangka korban yang beberapa saat sebelumnya masih beraktivitas normal harus menghembuskan napas terakhir di area masjid.

 

Sementara itu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

 

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” pungkas Slamet Riyadi.

 

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Kepergian Juroto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun rekan sesama pengemudi ojek online di Kabupaten Pekalongan.

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp