Biaya Abodemen PDAM Batang Disorot, Warga Keluhkan Tetap Bayar Meski Tak Pakai Air
BATANG | rakyatcerdas.my.id – Keluhan terkait mahalnya biaya abodemen atau biaya beban Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah ramai diperbincangkan warga, khususnya dalam percakapan di grup WhatsApp masyarakat, Minggu (29/3/2026). Warga menilai kebijakan tersebut memberatkan, terutama karena tagihan tetap muncul meski air tidak digunakan.
Dalam diskusi yang berkembang, salah seorang warga membandingkan sistem pembayaran PDAM dengan pola konsumsi di toko ritel modern. Ia menyebut, seharusnya pembayaran dilakukan berdasarkan pemakaian, bukan dibebankan secara tetap.
“Kalau beli air di Alfamart, ya bayar di kasir. Kalau tidak beli, ya tidak bayar. Tapi kalau PDAM, dipakai atau tidak tetap bayar dengan alasan biaya beban atau administrasi,” ungkapnya dalam percakapan grup.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari warga lain yang merasakan hal serupa. Mereka menilai biaya beban yang diterapkan tergolong tinggi dan kurang berpihak kepada masyarakat kecil.
“Biaya beban mahal, dipakai maupun tidak tetap mahal. Ini jelas memberatkan rakyat kecil,” tulis warga lainnya.
Tak hanya soal tarif, kualitas air yang didistribusikan juga menjadi perhatian serius. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi air yang dinilai tidak jernih, berbau, bahkan disebut menyerupai air yang tidak layak pakai.
“PDAM itu urusannya bayar saja, tapi kualitas airnya tidak jelas. Kadang seperti air kotor, bahkan dibilang seperti air septic tank. Pernah diuji atau tidak kualitasnya?” keluh warga dalam percakapan tersebut.
Selain itu, warga juga menyinggung penggunaan bahan kimia seperti kaporit dalam pengolahan air. Bau kaporit yang menyengat dinilai menjadi indikator bahwa air tersebut tidak layak digunakan, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Setahu saya ada aturan batas penggunaan kaporit. Kalau baunya sudah menyengat, artinya air itu sudah tidak layak dijual,” tambahnya.
Perbincangan ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap layanan air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar. Warga berharap pihak Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang dapat melakukan evaluasi menyeluruh, baik terkait kebijakan tarif abodemen maupun peningkatan kualitas air.
Transparansi mengenai komponen biaya serta uji kualitas air secara berkala dinilai penting agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga. Warga juga mendorong adanya kebijakan yang lebih adil, terutama bagi pelanggan dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang terkait keluhan yang ramai diperbincangkan di ruang publik tersebut. Masyarakat berharap ada respon cepat dan solusi konkret guna meningkatkan pelayanan air bersih di Kabupaten Batang.
Related Articles