Warung Kopi di Lahan Perhutani Mesoyi Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Juta

Kriminal & Hukum 02 Oct 2026 07:16 • 3 min read • 10 views • By Andy Dayak

Share berita ini

Warung Kopi di Lahan Perhutani Mesoyi Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Juta
Diduga Korsleting Kabel Kulkas, Api Membakar Bangunan Kayu hingga Barang Dagangan

PEKALONGAN – Sebuah warung kopi yang berdiri di lahan Perhutani Blok Dukuh Mesoyi, Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, ludes terbakar pada Rabu (30/9/2026) sore.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada kabel kulkas yang berada di dalam warung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun pemilik warung, Syuaib (50), warga Desa Mesoyi, mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp20 juta.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Syuaib menutup warung miliknya sekitar pukul 17.30 WIB. Sebelum meninggalkan lokasi, ia sempat melepas regulator kompor gas untuk memastikan kondisi warung aman.

Namun, sekitar 30 menit kemudian, warga sekitar dikejutkan dengan munculnya kobaran api dari bangunan warung.

Api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan semipermanen berukuran sekitar 5x4 meter. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat kobaran api dengan cepat merambat ke berbagai bagian warung.

Melihat kejadian tersebut, Kepala Desa Mesoyi, M. Yahya, segera menginformasikan kebakaran kepada Polsek Talun.

Warga bersama personel Polsek Talun kemudian bergotong royong melakukan upaya pemadaman. Karena lokasi tidak memiliki peralatan pemadam kebakaran yang memadai, proses pemadaman dilakukan menggunakan peralatan seadanya, termasuk mesin semprot air manual dan galon.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB.

Diduga Korsleting Kabel Kulkas

Kapolsek Talun Iptu Heru Santoso, S.H., membenarkan kejadian kebakaran tersebut.

"Benar, telah terjadi kebakaran satu unit warung kopi semipermanen di Dukuh Mesoyi. Dari hasil olah TKP awal dan keterangan saksi-saksi, titik api diperkirakan berasal dari korsleting listrik pada kabel kulkas di dalam warung," ujar Iptu Heru saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, api cepat membesar karena bangunan warung didominasi material kayu dan terdapat sejumlah perabot yang mudah terbakar.

Dalam kejadian tersebut, sejumlah barang milik korban turut terbakar, di antaranya satu unit kulkas, kompor dan tabung gas.

"Untuk korban jiwa tidak ada. Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp20 juta," jelasnya.

Polisi Imbau Warga Periksa Instalasi Listrik

Menyusul kejadian tersebut, Polsek Talun mengimbau masyarakat, khususnya pemilik warung atau usaha yang berada di kawasan perkebunan maupun lahan Perhutani, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat gangguan listrik.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dinilai penting untuk memastikan kabel, stopkontak, maupun peralatan elektronik dalam kondisi aman.

"Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan memastikan kelayakan jaringan listrik. Gunakan peralatan listrik yang berstandar SNI serta pastikan stopkontak atau kabel perabot yang berpotensi menyengat dalam kondisi aman sebelum meninggalkan tempat usaha," imbau Iptu Heru.

Polisi juga mengingatkan pemilik usaha agar memastikan seluruh sumber yang berpotensi menimbulkan kebakaran dalam kondisi aman sebelum meninggalkan lokasi.

Peristiwa kebakaran di Dukuh Mesoyi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan yang menggunakan material mudah terbakar.

Ad
Iklan media
Berita | Rakyat Cerdas