Pintu Kamar Terbuka, Semut Berkerumun: Penghuni Kost Kajen Mendadak Jadi Detektif Dadakan
KAJEN – Malam di sebuah rumah kost di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (24/9/2026), yang semula berjalan biasa saja mendadak berubah menjadi suasana penuh kepanikan.
Penyebabnya bukan listrik padam.
Bukan pula air kost mendadak tidak mengalir.
Melainkan sebuah pintu kamar yang terbuka, segerombolan semut yang datang tanpa undangan, dan sebuah pemandangan yang membuat penghuni kost langsung kehilangan kata-kata.
Seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Abdul Haafizh Damara, warga Desa Taman, Kecamatan Taman, Pemalang, ditemukan meninggal dunia di depan kamar mandi kamar kostnya.
Korban ditemukan dalam posisi telentang.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Kajen.
Siang Hari Masih Terlihat, Malam Hari Bikin Panik
Kronologi kejadian sebenarnya sudah memberikan beberapa petunjuk.
Sekitar pukul 14.10 WIB, seorang saksi yang tinggal bersebelahan dengan kamar korban sempat mendengar suara benda jatuh dari dalam kamar.
Bunyinya terdengar dua kali.
Tetapi karena saksi hendak berangkat kerja, suara tersebut tidak terlalu dipikirkan.
Sekitar pukul 14.30 WIB, korban bahkan masih terlihat keluar kamar untuk membuang sampah.
Sampai di sini, suasana masih terlihat seperti hari biasa.
Tidak ada yang menyangka beberapa jam kemudian kamar nomor 3 justru menjadi pusat perhatian penghuni kost.
Pukul 17.00 WIB, Semut Mulai “Memberi Kode”
Sekitar pukul 17.00 WIB, saksi kembali ke kost untuk berganti pakaian.
Pintu kamar korban terlihat sedikit terbuka.
Lalu ada pemandangan lain yang membuat situasi terasa tidak biasa.
Semut berkerumun di lantai depan pintu.
Dalam cerita detektif, mungkin ini saatnya kamera diperbesar dan musik latar mulai dimainkan.
Tetapi kehidupan nyata tidak punya musik latar.
Saksi yang saat itu sedang terburu-buru kembali berangkat kerja.
Belum diketahui bahwa beberapa jam kemudian, pintu yang sama akan membawa kabar duka.
Pukul 20.30 WIB, Kaki di Balik Pintu Membuat Semua Berubah
Sekitar pukul 20.30 WIB, saksi pulang ke kost.
Pintu kamar korban masih terbuka.
Kali ini, dari luar kamar, saksi melihat posisi kaki korban yang terbaring kaku di lantai.
Suasana yang tadinya hanya membuat penasaran berubah menjadi kepanikan.
Saksi kemudian berlari memanggil pemilik kost.
Keduanya mengecek kamar nomor 3.
Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi telentang di depan pintu kamar mandi.
Laporan pun segera disampaikan kepada Polsek Kajen.
Polisi Datang, Kamar Kost Berubah Jadi Lokasi Pemeriksaan
Sekitar pukul 21.35 WIB, piket Unit Reskrim bersama SPK Polsek Kajen menerima laporan.
Petugas kemudian mendatangi lokasi bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan, personel PMI, serta warga setempat.
Kamar yang sebelumnya menjadi tempat tinggal seorang pemuda itu kemudian menjadi lokasi pemeriksaan.
Olah tempat kejadian perkara dilakukan.
Pemeriksaan luar terhadap jasad korban juga dilakukan tim medis RSUD Kajen.
Kali ini bukan penghuni kost yang menjadi detektif.
Giliran petugas yang mencari jawaban.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Setelah pemeriksaan, polisi menyampaikan hasil yang membuat kasus tersebut mengarah pada dugaan kematian karena sakit.
Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana pada tubuh korban.
Korban diduga kuat meninggal karena sakit yang dideritanya.
Jadi, pintu terbuka bukan tanda ada pencuri.
Semut bukan saksi mata.
Dan suara benda jatuh yang terdengar siang hari belum tentu menjadi pertanda sesuatu yang berkaitan dengan tindak pidana.
Kadang kehidupan memang menyimpan kejadian yang baru bisa dipahami setelah semuanya diperiksa.
Kamar Nomor 3 Akhirnya Kembali Sunyi
Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga.
Keluarga menyatakan menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah yang diduga berkaitan dengan sakit korban.
Malam itu, rumah kost di Jalan Teuku Umar akhirnya kembali sunyi.
Namun bagi penghuni kost yang menyaksikan rangkaian kejadian tersebut, pintu kamar yang terbuka, suara benda jatuh, kerumunan semut, hingga penemuan korban tentu akan menjadi rangkaian peristiwa yang sulit dilupakan.
Sebuah pintu yang terbuka akhirnya mengundang pertanyaan.
Semut datang tanpa membawa jawaban.
Dan jawaban yang ditemukan polisi justru bukan cerita kriminal, melainkan sebuah musibah.
Related Articles