Tim Relawan Pujo Waluyo Gelar Pemantapan, 400 Warga Pecangakan Hadiri Makan Bersama

Politik 01 Oct 2026 12:04 • 3 min read • 13 views • By Andy Dayak

Share berita ini

Tim Relawan Pujo Waluyo Gelar Pemantapan, 400 Warga Pecangakan Hadiri Makan Bersama
Pemotongan tiga ekor kambing menjadi momentum memperkuat silaturahmi, soliditas, dan kebersamaan relawan serta masyarakat Pecangakan.

PEMALANG — Tim Relawan Pujo Waluyo menggelar kegiatan pemantapan jajaran pada Rabu malam, 30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut dihadiri sekitar 400 orang, terdiri atas relawan struktural, relawan eksternal, masyarakat, serta tokoh warga setempat.

 

Dalam kegiatan tersebut, panitia melakukan pemotongan tiga ekor kambing untuk kemudian disantap bersama. Makan bersama menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang sekaligus dimanfaatkan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan di antara para pendukung Pujo Waluyo.

 

Tokoh masyarakat setempat, Sohairi yang akrab disapa Pakde Bogol, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga ikut menyediakan hewan yang dipotong untuk acara makan bersama.

 

Kegiatan pemantapan tersebut tidak hanya diisi dengan makan bersama, tetapi juga pesan keagamaan dan penyampaian pandangan mengenai pentingnya kebersamaan dalam membangun sebuah tim.

 

Ustadz Sohibul Dzuhri dalam kesempatan itu menyampaikan Ma'idah Hasanah yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam meraih kesuksesan.

 

Menurutnya, sebuah tim terbentuk dari berkumpulnya banyak orang menjadi satu kesatuan. Kekuatan tersebut kemudian dihimpun untuk menyusun konsep bersama dan mencapai tujuan yang telah disepakati.

 

Ia mengingatkan agar tidak ada anggota tim yang merasa lebih penting ataupun paling hebat dibandingkan yang lainnya.

 

“Dalam sebuah tim tidak boleh ada perasaan lebih penting atau merasa paling hebat. Semuanya berdiri atas dasar kebersamaan yang kokoh,” pesan Ustadz Sohibul Dzuhri.

 

Mokhtadi: Aspirasi Warga Harus Didengarkan

 

Sementara itu, mantan Kepala Desa Pecangakan, Mokhtadi, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya amanah, kreativitas, kebersamaan, serta kemauan mendengarkan aspirasi masyarakat dalam pembangunan desa.

 

“Amanah, kreativitas, kebersamaan, serta kemauan mendengarkan aspirasi warga adalah kunci agar Pecangakan semakin maju, bermutu, dan sejahtera,” ucapnya tegas.

 

Mokhtadi juga menyampaikan bahwa apabila Pujo Waluyo terpilih sebagai Kepala Desa Pecangakan, pembangunan diharapkan dapat berjalan secara merata, terbuka, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

 

Menurutnya, pembangunan desa tidak semestinya hanya bertumpu pada kepentingan perorangan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.

 

“Gotong royong menjadi fondasi utama kemajuan desa,” ujarnya.

 

Pakde Bogol Apresiasi Kebersamaan Relawan

 

Pakde Bogol mengapresiasi kegiatan yang digelar Tim Relawan Pujo Waluyo tersebut.

 

Menurutnya, kegiatan bersama seperti ini dapat menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara relawan, masyarakat, dan tokoh warga.

 

Ia juga menilai kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya keseriusan para relawan dalam menjalankan langkah bersama untuk mendukung Pujo Waluyo dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Pecangakan.

 

Kegiatan pemantapan berlangsung dalam suasana akrab. Para peserta berkumpul, berdiskusi, dan menikmati hidangan bersama sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan antarelemen pendukung.

 

Para relawan berharap kebersamaan dan kekompakan yang telah terbangun dapat terus terjaga hingga pelaksanaan pencoblosan pada 9 November 2026.

 

Pemilihan Kepala Desa Pecangakan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pilihan masing-masing sesuai pertimbangan dan aspirasi mereka.

Ad
Iklan media
Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles