Jelang Syawalan 1447 H, Pantai Wonokerto Diprediksi Diserbu Wisatawan, BUMDes Mitra Mina Matangkan Persiapan
PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id - Menjelang momentum tradisi Syawalan 1447 Hijriah, pengelola wisata Pantai Wonokerto, Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mulai melakukan berbagai persiapan intensif. Lonjakan jumlah pengunjung diperkirakan akan terjadi pada tanggal 28 Maret 2026, yang menjadi puncak kegiatan Syawalan di kawasan pesisir tersebut.

Ketua BUMDes Mitra Mina, Krisandi Oktofredi, S.Pd, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi peningkatan jumlah wisatawan dengan langkah-langkah terencana dan terkoordinasi.
“Untuk persiapan Syawalan 1447 H ini, kami sudah mulai mempersiapkan segala hal guna mengantisipasi munculnya pengunjung, yang diperkirakan puncaknya terjadi pada tanggal 28 Maret 2026,” ujarnya.
Menurut Krisandi, pola persiapan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan momentum besar sebelumnya, seperti libur Natal dan Tahun Baru. Salah satu langkah utama adalah melakukan briefing secara berkala bersama seluruh elemen terkait.
“Kami rutin melakukan pembekalan dengan karyawan serta mitra, mulai dari Polsek, Koramil, Pos AL Wonokerto hingga Kecamatan Wonokerto. Persiapan ini kami lakukan secara bertahap sebelum puncak Syawalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesiapan tidak hanya terfokus pada aspek teknis pelayanan, tetapi juga penguatan sektor keamanan dan keselamatan pengunjung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan tim keamanan dari Polsek dan Koramil, serta menggandeng PMI Kabupaten Pekalongan, tim penyelamat, BPBD, relawan TADANA, hingga komunitas Bumi Santri. Semua unsur dilibatkan agar pengelolaan berjalan aman dan tertib,” paparnya.
Dengan pengalaman menghadapi wisatawan sebelumnya, BUMDes Mitra Mina optimis mampu mengelola arus kunjungan dengan lebih baik. Namun demikian, Krisandi menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung semata.
“Kami berharap dengan banyaknya wisatawan yang datang, Pantai Wonokerto tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya lingkungan pesisir,” tegasnya.
Ia juga berharap momentum Syawalan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi ekonomi maupun kesadaran lingkungan.
Sementara itu, Dewan Pengawas BUMDes Mitra Mina, H. Sumar Rosul, menyampaikan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan wisata pantai terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Sebagai dewan pengawas, kami memastikan bahwa pengelolaan wisata pantai oleh BUMDes Mitra Mina berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan wisata tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek keinginan serta pelayanan masyarakat.
“Pantai Wonokerto ini adalah aset penting. Maka pengelolaannya harus profesional, dengan pengawasan yang konsisten agar tetap terjaga, aman, dan berkembang ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pantai Wonokerto diharapkan kembali menjadi magnet wisata pada perayaan Syawalan 1447 H. Antusiasme masyarakat yang diharapkan dapat diimbangi dengan kesiapan pengelola, sehingga tercipta suasana wisata yang aman, nyaman, sekaligus memberikan nilai edukatif bagi para pengunjung.
Related Articles