Ibu Muda di Sragi Cemas Balitanya Dibawa Keluarga Suami, Polsek Bergerak Cepat Lakukan Mediasi
PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Kepedulian dan respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Sragi dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi persoalan keluarga. Melalui pendekatan humanis dan mediasi kekeluargaan, aparat kepolisian berhasil mempertemukan kembali seorang ibu muda dengan anak balitanya yang sempat dibawa oleh pihak keluarga suami.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Seorang ibu muda berinisial KA datang ke kantor Polsek Sragi didampingi saudaranya dengan kondisi penuh kecemasan. Ia melaporkan bahwa anak kandungnya yang masih berusia 13 bulan dibawa oleh mertuanya atau kakek sang anak akibat adanya persoalan internal keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun rakyatcerdas.my.id, saat ini KA tinggal sendiri di wilayah Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, sementara suaminya bekerja sebagai nelayan dan belum dapat dihubungi karena sedang melaut. Situasi tersebut membuat KA merasa panik dan khawatir terhadap kondisi anaknya.
Mendapat laporan tersebut, petugas piket jaga bergerak cepat memberikan bantuan. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengantar pelapor menggunakan kendaraan dinas menuju lokasi yang dimaksud. Dalam proses penanganannya, aparat juga berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk mendatangi rumah mertua pelapor yang berada di Desa Waru, Kecamatan Wiradesa.
Setibanya di lokasi, suasana mediasi berlangsung cukup alot. Kedua belah pihak sempat mempertahankan pendapat masing-masing terkait persoalan keluarga yang terjadi. Namun demikian, aparat kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan agar situasi tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Musyawarah yang berlangsung kurang lebih selama dua jam akhirnya membuahkan hasil. Balita berusia 13 bulan tersebut berhasil kembali ke pangkuan ibu kandungnya dalam keadaan aman dan sehat. Kedua pihak keluarga pun sepakat menyelesaikan persoalan secara damai melalui jalur kekeluargaan.
Kapolsek Sragi, AKP Turkhan menyampaikan bahwa dalam menangani persoalan keluarga, pihak kepolisian selalu mengutamakan pendekatan humanis serta komunikasi yang baik agar solusi yang dihasilkan dapat diterima semua pihak.
“Permasalahan keluarga seperti ini harus diselesaikan dengan kepala dingin dan musyawarah. Kami hadir untuk membantu mencarikan jalan terbaik agar tidak terjadi konflik berkepanjangan, terlebih yang menjadi perhatian utama adalah keselamatan dan kondisi psikologis anak,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh anggota keluarga agar menahan diri dan tidak mengambil langkah emosional yang dapat memperkeruh keadaan. Menurutnya, kepentingan dan tumbuh kembang anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelesaian persoalan rumah tangga.
Dari informasi yang diperoleh, persoalan tersebut dipicu karena KA memilih tinggal di rumahnya sendiri di wilayah Tanjungsari, Kecamatan Siwalan dan tidak tinggal bersama mertuanya di Desa Waru, Kecamatan Wiradesa selama suaminya bekerja di laut sebagai nelayan.
Dengan berakhirnya proses mediasi tersebut, situasi keluarga kembali kondusif. Kehadiran aparat kepolisian dalam menyelesaikan persoalan warga secara cepat dan humanis pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena mampu menghadirkan rasa aman sekaligus mencegah konflik keluarga berkembang lebih jauh.