DPRD Kabupaten Pekalongan Tegaskan Komitmen Penguatan Literasi, Sinergi dengan Pegiat TBM Kian Diperkuat

Daerah 06 Apr 2026 12:21 3 min read 4 views By Andy Dayak
DPRD Kabupaten Pekalongan Tegaskan Komitmen Penguatan Literasi, Sinergi dengan Pegiat TBM Kian Diperkuat
Halal Bihalal dan Diskusi Tematik FTBM di Kedungwuni Timur jadi momentum kolaborasi legislatif, eksekutif, dan komunitas literasi demi mendorong budaya baca hingga pelosok desa

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id — Komitmen penguatan literasi di Kabupaten Pekalongan kembali ditegaskan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, dalam momentum kegiatan Halal Bihalal Pegiat Literasi dan Diskusi Tematik yang digelar Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan, Sabtu (4/4/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Baca Pintar, Gg. Masjid No. 17, Kedungwuni Timur tersebut menjadi ruang temu strategis antara pemangku kebijakan dan pegiat literasi akar rumput. Hadir dalam kegiatan itu Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, SS., MS., Plt. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpus) Kabupaten Pekalongan, serta sejumlah pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) dari berbagai wilayah.

 

Dalam sambutannya, Abdul Munir menekankan bahwa DPRD memiliki peran krusial dalam mendorong kemajuan literasi melalui tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Menurutnya, ketiga fungsi tersebut menjadi instrumen strategis dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan.

 

Pada aspek legislasi, DPRD berperan dalam menyusun peraturan daerah yang memberikan kepastian hukum bagi keberadaan dan pengembangan taman baca masyarakat. Sementara pada fungsi penganggaran, DPRD memastikan tersedianya alokasi dana yang proporsional guna mendukung infrastruktur dan program literasi hingga ke tingkat desa. Adapun dalam fungsi pengawasan, DPRD bertugas memantau implementasi program agar tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

“DPRD bukan sekadar lembaga politik, tetapi juga motor penggerak pembangunan sumber daya manusia. Melalui fungsi penganggaran dan pengawasan, kami berkomitmen penuh agar literasi menjadi gaya hidup masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar Abdul Munir di hadapan peserta kegiatan.

 

Ketua FTBM Kabupaten Pekalongan, Yoga Rifai Hamzah, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan daerah dalam forum tersebut. Ia menilai, dukungan langsung dari DPRD dan pemerintah daerah menjadi energi positif bagi para pegiat literasi dalam menghadapi tantangan di era digital.

 

Menurutnya, sinergi antara komunitas literasi dengan pemangku kebijakan sangat dibutuhkan, terutama dalam memperluas akses bacaan, meningkatkan kualitas program, serta menjawab perubahan pola literasi masyarakat yang semakin terdigitalisasi.

 

Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi secara aktif dengan FTBM. Ia menyebutkan bahwa perluasan akses literasi, khususnya bagi anak-anak dan remaja di wilayah pelosok, menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan.

 

“Kami siap bersinergi dengan FTBM untuk memperluas jangkauan layanan literasi, sehingga anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses bahan bacaan yang berkualitas,” ungkap Sukirman.

 

Dalam sesi diskusi tematik, para pengelola TBM turut menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada Ketua DPRD dan Plt. Bupati. Sejumlah isu yang mengemuka antara lain keterbatasan dukungan operasional, kebutuhan peningkatan kapasitas pengelola, serta pentingnya inovasi program literasi berbasis komunitas.

 

Dialog yang berlangsung interaktif tersebut menjadi cerminan adanya keterbukaan antara pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan solusi bersama. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jejaring antar pegiat literasi dalam mengembangkan gerakan membaca yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan Halal Bihalal dan diskusi ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin solid antara DPRD, pemerintah daerah, dan komunitas literasi. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan sebagai daerah yang cerdas, berdaya saing, dan memiliki budaya literasi yang kuat di tengah arus perkembangan zaman.

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp