Halalbihalal IPHI Pekalongan Jadi Momentum Perkuat Sinergi Umat dan Pemerintah

Terkini 05 Apr 2026 16:13 4 min read 10 views By Andy Dayak
Halalbihalal IPHI Pekalongan Jadi Momentum Perkuat Sinergi Umat dan Pemerintah
Silaturahmi lintas tokoh dan jamaah haji dorong peran strategis IPHI dalam pembangunan daerah dan pelayanan keagamaan

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman bersama istri Hj. Galuh Kirana menghadiri kegiatan halalbihalal Keluarga Besar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pekalongan yang digelar di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (05/04/2026) pagi.

 

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, pejabat daerah, serta keluarga besar IPHI dari tingkat kabupaten hingga kecamatan se-Kabupaten Pekalongan. Hadir di antaranya Ketua MUI Kabupaten Pekalongan KH. Tajuddin Shorih, Prof. Dr. KH. Sam’ani Sya’roni, M.Ag. selaku penceramah, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Sumarwati, serta Kepala Kementerian Haji Kabupaten Pekalongan H. Asrofi.

 

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sukirman menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dengan pemerintah daerah. Ia menilai IPHI sebagai organisasi besar yang memiliki jaringan luas hingga tingkat pusat dan berpotensi besar mendukung pembangunan daerah.

 

“IPHI ini bukan organisasi kecil, tetapi organisasi yang mapan dan memiliki kekuatan jaringan hingga tingkat pusat. Karena itu, sinergi dengan pemerintah harus terus diperkuat demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Sukirman mengajak seluruh anggota IPHI untuk terus berperan aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di bidang pelayanan masyarakat dan kegiatan keagamaan. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah dan elemen masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.

 

“Kita berharap IPHI mampu terus bersinergi dalam mendukung program-program pelayanan kepada masyarakat. Banyak hal yang bisa kita capai bersama jika kebersamaan ini terus dijaga,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, dalam kesempatan tersebut menyampaikan refleksi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa peran DPRD belum sepenuhnya optimal dalam memenuhi harapan publik.

 

“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Untuk itu, kami memohon maaf lahir dan batin kepada masyarakat. Masukan dan kritik akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” ungkapnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa DPRD telah melakukan berbagai koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Agama dan panitia penyelenggara haji, guna membahas sejumlah persoalan teknis perhajian. Di antaranya terkait pendamping haji, akses Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) ke asrama haji, hingga aspirasi IPHI untuk turut serta dalam proses pengantaran jamaah ke embarkasi Solo.

 

Di sisi lain, Kepala Kementerian Haji Kabupaten Pekalongan, Asrofi, menjelaskan bahwa IPHI merupakan wadah silaturahmi bagi para jamaah yang telah menunaikan ibadah haji. Organisasi ini, menurutnya, menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan lintas angkatan jamaah.

 

“IPHI menjadi tempat berkumpulnya para haji dan hajjah untuk saling mengenal dan memperkuat ukhuwah. Sementara bagi calon jamaah, ada wadah tersendiri yakni KBIHU yang membimbing mereka sebelum berangkat ke Tanah Suci,” jelasnya.

 

Asrofi juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, Kabupaten Pekalongan dijadwalkan memberangkatkan sekitar 942 jamaah haji. Meski demikian, dalam prosesnya terdapat sejumlah kendala, seperti kondisi kesehatan jamaah hingga adanya yang meninggal dunia sebelum keberangkatan.

 

Sementara itu, Ketua IPHI Kabupaten Pekalongan, Susiyanto, menegaskan bahwa halalbihalal memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tradisi. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai sarana introspeksi dan rekonsiliasi antarsesama.

 

“Halalbihalal adalah ruang untuk merendahkan ego, mengakui kesalahan, dan menyembuhkan luka hati. Ini bukan hanya seremonial, tetapi bagian dari memperkuat persaudaraan,” tuturnya.

 

Ia juga berharap ke depan IPHI dapat diberikan peran lebih luas dalam penyelenggaraan ibadah haji, baik dalam proses pemberangkatan maupun pemulangan jamaah. Dengan keterlibatan tersebut, IPHI diyakini mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji.

 

“Kami berharap IPHI bisa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan perhajian, sehingga manfaat dan keberkahan bisa dirasakan bersama,” pungkasnya.

 

Kegiatan halalbihalal ini pun menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, sekaligus mempertegas peran penting organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan sosial.

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp