Polres Pekalongan Bekali Personel dengan PFA, Perkuat Layanan Humanis di Tengah Situasi Krisis
PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Upaya peningkatan kualitas pelayanan kepolisian yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan fisik terus dilakukan jajaran Polres Pekalongan. Salah satunya melalui pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis yang digelar di Aula Mapolres Pekalongan, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan personel kepolisian dari jajaran Eks Wilayah (Eks Wil) Pekalongan dan dihadiri langsung oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., bersama Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jateng, AKBP Ahli Rumekso, M.Psi., Psikolog, serta tim instruktur dari Polda Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan bahwa pelatihan PFA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata Polri dalam meningkatkan kapasitas personel, khususnya dalam menghadapi situasi darurat yang melibatkan korban dengan tekanan psikologis.
Menurutnya, tugas kepolisian kerap menempatkan anggota di garis depan berbagai peristiwa, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga bencana alam. Dalam kondisi tersebut, korban tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma mental yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
“Selama ini kita cenderung fokus pada penanganan hukum dan fisik. Padahal, luka psikologis seringkali lebih dalam dan membutuhkan pendekatan khusus. Di sinilah pentingnya kemampuan PFA bagi anggota Polri,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, PFA merupakan keterampilan dasar yang mengedepankan pendekatan empati, seperti mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan rasa aman, serta membantu kebutuhan praktis korban di tengah situasi krisis.
Dengan penguasaan PFA, lanjutnya, anggota Polri diharapkan mampu hadir sebagai sosok penolong pertama yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis. Hal ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Masyarakat perlu merasakan bahwa kehadiran Polri membawa ketenangan. Ketika kita mampu memberikan dukungan psikologis awal, itu menjadi nilai tambah dalam pelayanan publik,” tambahnya.
Tidak hanya berdampak pada masyarakat, Kapolres juga menyoroti pentingnya penerapan PFA di lingkungan internal kepolisian. Mengingat tingginya tekanan kerja yang dihadapi anggota, kemampuan ini dinilai krusial untuk menjaga kesehatan mental serta memperkuat solidaritas antar personel.
“Dengan memahami prinsip PFA, anggota dapat saling memberikan dukungan psikologis awal. Ini penting agar kondisi mental tetap terjaga dan kinerja tetap optimal,” tegasnya.
Sementara itu, pelatihan yang dipandu oleh Tim Bagian Psikologi Ro SDM Polda Jateng berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi dan simulasi kasus yang kerap terjadi di lapangan.
Materi yang disampaikan dirancang aplikatif dan mudah diterapkan, sehingga dapat langsung digunakan dalam situasi nyata, baik saat menghadapi masyarakat yang mengalami trauma maupun dalam membantu rekan sesama anggota.
Kapolres pun menginstruksikan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan menyerap setiap materi yang diberikan, mengingat keterampilan ini berpotensi menjadi faktor penentu dalam membantu pemulihan kondisi mental seseorang.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan personel Polri di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan semakin siap menghadapi dinamika tugas yang kompleks, sekaligus mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif, empatik, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan prinsip kode etik profesi kepolisian.