Petasan Makan Korban, Pelajar di Doro Luka Serius Saat Racik Mesiu Sendiri

Kriminal & Hukum 03 Apr 2026 08:24 2 min read 7 views By Andy Dayak
Petasan Makan Korban, Pelajar di Doro Luka Serius Saat Racik Mesiu Sendiri
Ledakan terjadi di teras rumah saat korban membongkar petasan jenis cengis, polisi imbau masyarakat hentikan praktik berbahaya

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id – Insiden ledakan petasan kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berinisial RS (16), warga Desa Kutosari, Kecamatan Doro, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka serius akibat ledakan petasan yang diraciknya sendiri, Rabu (1/04/2026) malam.

 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di teras depan rumah korban yang berada di Dukuh Penangkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu RS tengah membongkar empat butir petasan jenis cengis. Tujuannya, untuk mengumpulkan bubuk mesiu dari masing-masing petasan menjadi satu.

 

Namun nahas, proses yang dilakukan tanpa standar keamanan itu justru berujung petaka. Percikan api tiba-tiba muncul di tengah aktivitas pembongkaran, yang kemudian memicu ledakan cukup keras.

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Ipda Warsito, S.H membenarkan kejadian tersebut.

 

“Memang benar, telah terjadi peristiwa seorang pemuda yang terkena ledakan petasan di wilayah Kecamatan Doro,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (02/04/2026).

 

Akibat ledakan tersebut, RS mengalami luka robek cukup serius pada bagian jari dan telapak tangan kanan. Warga sekitar yang mendengar suara dentuman keras langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. Saat tiba, korban sudah dalam kondisi terluka dan membutuhkan penanganan medis segera.

 

Tanpa menunggu lama, korban kemudian dibawa ke RSI Pekajangan untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, kondisi korban masih dalam penanganan tenaga medis.

 

Sementara itu, petugas dari Polsek Doro yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sisa-sisa ledakan petasan di sekitar teras rumah korban yang memperkuat dugaan bahwa ledakan berasal dari racikan mesiu tersebut.

 

Ipda Warsito menegaskan, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak bermain atau meracik petasan secara sembarangan.

 

“Petasan sangat berbahaya jika tidak digunakan dengan benar, apalagi jika dirakit ulang. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko tinggi seperti ini demi keselamatan bersama,” tegasnya.

 

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan akibat petasan, terutama di kalangan anak muda yang kerap mencoba bereksperimen tanpa memperhitungkan risiko. Kepolisian berharap, peristiwa ini bisa menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp