Bhabinkamtibmas Polsek Kajen Redam Konflik Antar Pemuda di Desa Gejlig Melalui Mediasi Kekeluargaan

Kriminal & Hukum 07 May 2026 18:24 3 min read 6 views By Andy Dayak
Bhabinkamtibmas Polsek Kajen Redam Konflik Antar Pemuda di Desa Gejlig Melalui Mediasi Kekeluargaan
Kesalahpahaman Pemuda Dua Dukuh Sempat Picu Pertikaian, Polisi dan Pemerintah Desa Bergerak Cepat Ciptakan Perdamaian

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Respons cepat dan pendekatan humanis kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Sektor Kajen dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui langkah problem solving yang mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan, potensi konflik antar pemuda di Desa Gejlig, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, berhasil diredam sebelum berkembang lebih luas.

 

Peristiwa tersebut bermula pada Minggu (3/5/2026) dini hari, ketika terjadi kesalahpahaman antara sejumlah pemuda dari Dukuh Gejlig Kidul dan Dukuh Winong. Ketegangan yang muncul di antara kedua kelompok sempat memicu pertikaian di depan Balai Desa Gejlig dan menimbulkan kekhawatiran warga sekitar.

 

Situasi yang sempat memanas itu kemudian segera mendapat perhatian dari Bhabinkamtibmas Polsek Kajen, Aipda Mukti Utama. Menyadari pentingnya langkah cepat guna mencegah konflik berkepanjangan, ia bersama Kepala Desa Gejlig, Karyo Winoto, langsung mengambil inisiatif melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak.

 

Pertemuan yang digelar pada Senin (4/5/2026) siang tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan. Kedua kelompok pemuda dipertemukan untuk menyampaikan persoalan masing-masing sekaligus mencari solusi damai demi menjaga kondusivitas desa.

 

Dalam forum mediasi itu, Aipda Mukti Utama menegaskan bahwa perselisihan kecil tidak seharusnya berkembang menjadi konflik sosial yang dapat merugikan banyak pihak. Ia mengingatkan bahwa seluruh pemuda yang terlibat masih berada dalam satu lingkungan desa yang memiliki hubungan sosial dan persaudaraan erat.

 

“Kita semua ini saudara, satu desa, saling mengenal. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tegas Aipda Mukti Utama di hadapan para pemuda.

 

Ia juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengedepankan persahabatan, komunikasi, dan pengendalian emosi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana damai dan harmonis di lingkungan tempat tinggalnya.

 

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum apabila persoalan diselesaikan dengan tindakan kekerasan atau perbuatan melanggar hukum lainnya. Ia menekankan bahwa dampak dari persoalan pidana tidak hanya dirasakan pelaku, namun juga keluarga yang harus menanggung beban sosial maupun psikologis.

 

“Tidak ada yang kebal hukum. Kalau sampai terjerat pidana, yang susah bukan hanya diri sendiri tapi juga orang tua. Karena itu, pikirkan baik-baik sebelum bertindak,” ujarnya.

 

Tak hanya kepada para pemuda, imbauan juga disampaikan kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang mampu menjaga ketertiban dan menghindari perilaku negatif.

 

Melalui proses mediasi tersebut, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Mereka saling meminta maaf dan berkomitmen untuk tidak mengulangi tindakan yang dapat memicu keresahan maupun mengganggu ketenteraman masyarakat.

 

Keberhasilan penyelesaian konflik ini menjadi gambaran nyata pendekatan humanis Polri dalam menciptakan keamanan di tengah masyarakat. Dengan mengutamakan komunikasi, dialog, dan penyelesaian secara persuasif, potensi konflik sosial dapat diminimalisasi tanpa harus berujung pada proses hukum.

 

Langkah cepat yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa pun mendapat apresiasi warga karena mampu menjaga situasi tetap kondusif serta memperkuat nilai persaudaraan di tengah masyarakat Desa Gejlig.

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp