Polres Pekalongan Gelar Lomba Video AI Hari Bhayangkara ke-80, Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Digital Edukatif
PEKALONGAN | RAKYATCERDAS.MY.ID – Dalam upaya mendorong kreativitas generasi muda sekaligus meningkatkan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Polres Pekalongan menggelar Lomba Video Artificial Intelligence (AI) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula Setia Polres Pekalongan, Senin (15/6/2026), tersebut diikuti puluhan pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA dari berbagai sekolah di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang tidak hanya berfokus pada pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta inovasi dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif dan bertanggung jawab.
Acara dibuka langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabagren, Kabagops, Kasat Binmas, Kasat Samapta, Kasikum Polres Pekalongan, para peserta lomba, serta guru pendamping dari masing-masing sekolah.
Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan menegaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkannya secara produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui lomba ini, Polres Pekalongan ingin memberikan ruang kepada para pelajar untuk menyalurkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap karya-karya yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan edukasi, inspirasi, serta memperkuat nilai-nilai positif di tengah masyarakat,” ujar AKBP Rachmad C. Yusuf.
Ia juga mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi yang kreatif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi secara cerdas agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun hoaks yang beredar di ruang digital.
Kapolres menekankan pentingnya prinsip “saring sebelum sharing” dalam kehidupan bermedia sosial. Generasi muda diharapkan mampu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain serta menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan pesan-pesan positif, edukatif, dan inspiratif.
“Mari bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat, aman, santun, dan produktif. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat dan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Tingginya antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 35 pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Pekalongan. Dari jumlah tersebut, panitia menerima sebanyak 33 karya video berbasis Artificial Intelligence dengan tema besar “Polri Untuk Masyarakat”.
Beragam ide kreatif ditampilkan para peserta melalui karya-karya yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi AI, tetapi juga memuat pesan edukatif yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Beberapa isu yang diangkat antara lain pentingnya bijak bermedia sosial, bahaya penyalahgunaan narkoba, ancaman perjudian online, hingga meningkatnya kejahatan siber yang menjadi tantangan di era digital.
Proses penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan sejumlah aspek penting, meliputi kesesuaian tema dengan Hari Bhayangkara ke-80, kreativitas dan orisinalitas ide, pemanfaatan teknologi AI dalam produksi video, kualitas audio visual, serta kekuatan pesan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Setelah melalui tahapan penjurian yang ketat, panitia menetapkan M. Teuku Farish dari SMKN 1 Kedungwuni sebagai Juara I. Sementara posisi Juara II diraih oleh Putri Afrilia Fiqni dari SMKN 1 Karangdadap dan Juara III diraih oleh Kiana Zahratusifa dari SMAN 1 Kajen.
Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap edukatif. Para peserta bersama guru pendamping mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai dengan penuh semangat. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi para pelajar untuk memahami perkembangan teknologi AI sekaligus mengasah kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.
Polres Pekalongan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai sarana pembinaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Melalui penyelenggaraan Lomba Video Artificial Intelligence ini, semangat Hari Bhayangkara ke-80 diwujudkan tidak hanya melalui tugas pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap pengembangan potensi generasi muda. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan dapat melahirkan ruang kreatif yang produktif, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem digital yang sehat, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Related Articles