Orang Tua Gelar Pelepasan 215 Siswa SMPN 3 Sragi, Kepala Sekolah Arifin: Jadikan Momen Syukur dan Awal Meraih Masa Depan
PEKALONGAN | RAKYATCERDAS.MY.ID – Puluhan siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sragi mengikuti kegiatan pelepasan yang berlangsung penuh khidmat, haru, dan kebersamaan di Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh para wali murid tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas keberhasilan 215 siswa dalam menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama.
Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri Kepala Desa Bulaksari Gunawan, Ketua Komite SMP Negeri 3 Sragi Casdi, tokoh masyarakat setempat, para wali murid, dewan guru, serta tamu undangan lainnya. Berbagai penampilan seni dari siswa turut memeriahkan suasana sekaligus menjadi kenangan terakhir bagi para lulusan sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kepala SMP Negeri 3 Sragi, Arifin, S.Pd., MAP , menjelaskan bahwa kegiatan pelepasan tersebut sepenuhnya merupakan prakarsa para orang tua siswa sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan atas keberhasilan putra-putri mereka menuntaskan pendidikan selama tiga tahun terakhir.
“Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh orang tua siswa. Bertujuan untuk membahagiakan anak-anak sekaligus sebagai bentuk rasa syukur karena mereka telah menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 3 Sragi,” ujar Arifin.
Menurutnya, pihak sekolah hadir sebagai bagian dari keluarga besar pendidikan yang mendukung kegiatan tersebut. Seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan acara dilakukan oleh panitia yang dibentuk dari unsur wali murid, sementara sekolah ikut memberikan dukungan dan pendampingan agar kegiatan berjalan dengan baik.
Arifin mengungkapkan bahwa angkatan tahun 2026 memiliki banyak siswa berprestasi yang patut dibanggakan. Selain terdapat siswa yang masuk dalam jajaran 10 besar sekolah, SMP Negeri 3 Sragi juga berhasil menorehkan prestasi di tingkat Kabupaten Pekalongan.
Salah satu prestasi yang membanggakan menjadi sekolah adalah keberhasilan seorang siswa meraih Juara I dalam lomba pidato tingkat kabupaten. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik SMP Negeri 3 Sragi mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai bidang.
“Kami bersyukur karena anak-anak mampu menunjukkan prestasi yang dijanjikan. Ada yang masuk peringkat terbaik sekolah dan ada juga yang berhasil meraih juara satu lomba pidato tingkat Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Keunikan acara pelepasan tahun ini tampak pada penggunaan simbol budaya Jawa berupa Wayang Parikesit. Simbol tersebut dipilih sebagai pengganti tradisi pelepasan burung merpati atau simbol-simbol modern lainnya. Menurut Arifin, Wayang Parikesit memiliki makna filosofis yang mendalam dan relevan dengan harapan terhadap para lulusan.
“Wayang Parikesit dipilih karena melambangkan sosok yang tangguh, gesit, cerdas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Ini merupakan simbol budaya Jawa yang sarat makna dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak dalam menatap masa depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, simbol tersebut juga menjadi upaya sekolah dan masyarakat untuk memperkenalkan serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Puncak acara pelepasan menjadi momen mengharukan ketika para siswa menerima doa dan restu dari orang tua serta para guru. Sebanyak 215 siswa secara simbolis dilepas untuk melanjutkan perjalanan pendidikan mereka menuju jenjang yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan itu, Arifin berpesan agar seluruh lulusan tetap menjaga karakter, menghormati guru, serta menjadikan orang tua sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam meraih cita-cita.
“Harapan kami, anak-anak dapat terus berbakti kepada orang tua, menjaga nama baik keluarga dan sekolah, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai harapan mereka dan harapan orang tua. Pendidikan adalah investasi masa depan yang harus terus diperjuangkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kekompakan para wali murid yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara sekolah, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
“Alhamdulillah selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan tidak ada kendala yang berarti. Semua berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara orang tua, komite sekolah, pihak sekolah, dan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, kehadiran Kepala Desa Bulaksari, Ketua Komite Sekolah, serta para tokoh masyarakat menunjukkan dukungan nyata terhadap dunia pendidikan di wilayah tersebut. Mereka berharap para lulusan SMP Negeri 3 Sragi dapat menjadi generasi yang mengecewakan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Momentum pelepasan siswa SMP Negeri 3 Sragi Tahun Ajaran 2025/2026 tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga menjadi simbol lahirnya generasi muda yang siap melangkah menuju masa depan. Dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai budaya yang telah ditanamkan selama di bangku sekolah, para lulusan diharapkan mampu meraih cita-cita sekaligus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Related Articles