Mobil Feroza Terperosok ke Jurang di Hutan Sirewog Pekalongan, Balita Tewas dan Enam Penumpang Dirawat Intensif
Pekalongan | rakyatcerdas.my.id - Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur pegunungan kawasan Hutan Sirewog, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (31/7/2026) siang. Sebuah mobil Daihatsu Feroza bernomor polisi R 1408 FJ terperosok ke dalam jurang setelah diduga hilang kendali saat melintasi ruas jalan perbatasan Kecamatan Karanganyar-Lebakbarang.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mengakibatkan seorang balita meninggal dunia, sementara enam penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kajen. Insiden ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko berkendara di jalur pegunungan yang memiliki tikungan tajam, tanjakan, serta turunan dengan kontur jalan yang cukup ekstrem.
Berdasarkan informasi yang dihimpun rakyatcerdas.my.id, kendaraan tersebut dikemudikan oleh MY (34), warga Desa Lebakbarang. Saat kejadian, MY diketahui tengah mengantar anggota keluarganya pulang usai berbelanja menuju wilayah Kecamatan Lebakbarang.
Namun, ketika kendaraan melintasi kawasan Hutan Sirewog, mobil diduga kehilangan kendali. Kendaraan terlebih dahulu menghantam tebing di sisi kanan jalan. Benturan tersebut membuat mobil oleng ke arah kiri hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang di sisi jalan.
Dalam kondisi panik, pengemudi berhasil keluar dari kendaraan yang mengalami kerusakan cukup parah. Ia kemudian meminta pertolongan kepada warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Warga bersama aparat kepolisian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Medan yang berada di kawasan perbukitan membuat proses penyelamatan berlangsung dengan kehati-hatian agar seluruh korban dapat segera dievakuasi.
Seluruh korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Kajen guna mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang balita berinisial DME (3), warga Desa Lebakbarang, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat kecelakaan. Korban menjadi satu-satunya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, enam penumpang lainnya, yakni MY (34), MYY (19), TYA (38), RW (35), JGA (3), dan GA (3), harus menjalani perawatan inap di RSUD Kajen karena mengalami berbagai luka akibat benturan keras saat kendaraan terjun ke jurang.
Adapun satu korban lainnya, FAK (11), mengalami luka ringan. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis, korban diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Selain menimbulkan korban jiwa dan korban luka, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan berat pada kendaraan. Kerugian material akibat insiden itu diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.
Kapolsek Lebakbarang, Iptu Daryanto, S.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan dari masyarakat, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk melakukan evakuasi korban sekaligus mengamankan lokasi kejadian.
"Begitu menerima laporan, personel bersama warga segera menuju lokasi untuk mengevakuasi seluruh korban dan membawa mereka ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan medis. Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur pegunungan yang memiliki medan cukup ekstrem," ujar Iptu Daryanto.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah faktor, termasuk kondisi kendaraan, karakteristik jalan, maupun kemungkinan faktor lainnya, masih menjadi bagian dari proses penyelidikan petugas.
Polisi juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi kawasan perbukitan Karanganyar-Lebakbarang agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Pengendara diharapkan menjaga kecepatan, tidak memaksakan berkendara ketika kondisi fisik lelah, serta meningkatkan konsentrasi mengingat jalur tersebut memiliki tikungan tajam, tanjakan, turunan curam, dan berada di kawasan hutan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Kecelakaan ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara harus selalu menjadi prioritas utama. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, pemeriksaan kondisi kendaraan secara berkala, serta kehati-hatian saat melintasi jalur rawan kecelakaan merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari.
Related Articles