Bhabinkamtibmas Dilatih Jadi Tracer TB Paru, Polres Pekalongan Perkuat Perburuan Kasus Demi Target Eliminasi 2030

Kriminal & Hukum 04 Jun 2026 07:09 4 min read 9 views By Andy Dayak

Share berita ini

Bhabinkamtibmas Dilatih Jadi Tracer TB Paru, Polres Pekalongan Perkuat Perburuan Kasus Demi Target Eliminasi 2030
Dari 628 kasus TB yang ditemukan hingga Mei 2026, sebanyak 377 kasus belum terjangkau pelacakan optimal. Polres Pekalongan menggandeng Dinas Kesehatan untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas dalam tracing, screening, edukasi, dan pendampingan pasien.

PEKALONGAN | RAKYATCERDAS.MY.ID – Komitmen mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pelatihan Bhabinkamtibmas sebagai tracer Tuberkulosis Paru yang digelar Polres Pekalongan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan di Aula Setia Polres Pekalongan, Rabu (3/6/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan penemuan kasus, pelacakan kontak erat, serta pendampingan pasien guna mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030.

 

Pelatihan diikuti seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polres Pekalongan dan dihadiri langsung Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Tohid Margono, S.Pi., para pejabat utama Polres Pekalongan, serta para Kapolsek di wilayah hukum Polres Pekalongan.

 

Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan menegaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan pengendalian TB tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen, termasuk kepolisian melalui peran Bhabinkamtibmas.

 

“TB paru masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Karena itu, Polres Pekalongan siap mendukung program pemerintah melalui keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tracing, screening, edukasi, dan pendampingan pasien di wilayah binaannya masing-masing,” ujar AKBP Rachmad.

 

Kapolres mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan selama periode Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 628 kasus TB paru ditemukan di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, 613 kasus merupakan TB sensitif obat, sedangkan 15 kasus lainnya termasuk kategori TB resistan obat yang memerlukan penanganan lebih intensif.

 

Meski demikian, capaian pelacakan dan pendampingan pasien masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar. Dari total kasus yang teridentifikasi, baru sekitar 251 kasus atau 40 persen yang telah mendapatkan kunjungan, pelacakan, dan pendampingan secara optimal. Sementara itu, sebanyak 377 kasus lainnya atau sekitar 60 persen masih belum tersentuh layanan pelacakan secara maksimal.

 

Data tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam upaya penemuan kasus dan pengawasan pengobatan yang berpotensi memengaruhi pengendalian penyebaran penyakit di masyarakat.

 

Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres menegaskan perlunya langkah percepatan melalui pelibatan aktif Bhabinkamtibmas yang selama ini menjadi ujung tombak Polri di tingkat desa dan kelurahan.

 

“Saya perintahkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi petugas kesehatan puskesmas dalam melakukan tracking, screening, dan kunjungan kasus TB paru. Kehadiran mereka di tengah masyarakat menjadi kekuatan penting untuk menjangkau warga yang selama ini belum terlayani secara optimal,” tegasnya.

 

Menurut AKBP Rachmad, kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat menjadi modal strategis dalam mendukung program kesehatan. Selain membantu proses pelacakan pasien dan kontak erat, para Bhabinkamtibmas juga diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan dini, kepatuhan menjalani pengobatan, serta upaya pencegahan penularan TB di lingkungan keluarga dan masyarakat.

 

Melalui kolaborasi antara kepolisian dan tenaga kesehatan, ratusan kasus yang belum terjangkau diharapkan dapat segera dilakukan pelacakan dan pendampingan sehingga rantai penularan dapat ditekan, angka kesembuhan meningkat, serta risiko munculnya kasus TB resistan obat dapat diminimalkan.

 

Tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas tracer, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta skrining tuberkulosis bagi seluruh peserta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan kerja maupun masyarakat.

 

Kapolres Pekalongan juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan atas kerja sama yang selama ini terjalin baik dalam berbagai program kesehatan masyarakat.

 

Ia optimistis sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kepolisian akan menjadi fondasi penting dalam mencapai target eliminasi TB paru di Kabupaten Pekalongan.

 

“Dengan kolaborasi yang kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan kepolisian, kami optimistis target penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, dan eliminasi TB paru di Kabupaten Pekalongan dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.

 

Pelatihan tracer TB Paru ini menjadi bukti bahwa upaya penanggulangan penyakit menular tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Dengan dukungan Bhabinkamtibmas yang tersebar hingga pelosok desa, harapan untuk mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan tuberkulosis di Kabupaten Pekalongan semakin terbuka lebar.

Ad
Iklan media
Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp