Badut Sipolin Bikin CFD Kajen Semarak, Satlantas Sisipkan Pesan Keselamatan
KAJEN – Edukasi tertib berlalu lintas tak melulu harus disampaikan dengan cara serius dan kaku. Di tengah suasana santai Car Free Day (CFD) Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu pagi (30/8/2026), Satlantas Polres Pekalongan punya cara berbeda untuk menyampaikan pesan keselamatan.
Kehadiran Badut Sipolin sontak menjadi perhatian warga, terutama anak-anak. Sosok badut yang tampil menghibur itu dimanfaatkan polisi sebagai sarana untuk mendekatkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Di tengah warga yang sedang berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan, Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Alfian Kharisma Putra, S.T., M.Sc., bersama Kanit Kamsel dan sejumlah anggota Satlantas turun langsung menyapa masyarakat.
Bukan hanya imbauan, petugas juga membagikan stiker berisi pesan keselamatan. Warga diingatkan agar membiasakan diri menggunakan helm standar, mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan.
Pengendara sepeda motor juga diingatkan agar tidak membawa penumpang lebih dari satu orang. Pesan tersebut dinilai sederhana, namun penting untuk membangun kebiasaan berkendara yang aman.
“Kita ingin edukasi tertib berlalu lintas ini tidak hanya menyasar pengendara, tetapi juga anak-anak dan keluarga. Karena kesadaran berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ujar AKP Alfian saat dikonfirmasi di sela kegiatan.
Menurutnya, Badut Sipolin sengaja dihadirkan sebagai pendekatan humanis agar pesan keselamatan tidak terasa menggurui. Anak-anak pun dapat mengenal aturan dasar berlalu lintas melalui suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan helm standar, tidak berboncengan lebih dari satu orang dan tidak ugal-ugalan ketika berkendara. Mari bersama-sama menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib,” imbuhnya.
Jangan Tunggu Kecelakaan
Satlantas Polres Pekalongan menegaskan, kecelakaan lalu lintas bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja. Karena itu, kehati-hatian serta kepatuhan terhadap aturan harus menjadi bagian dari setiap perjalanan.
CFD pun dimanfaatkan bukan sekadar sebagai ruang olahraga dan hiburan. Kawasan tersebut menjadi tempat polisi menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Satlantas Polres Pekalongan berharap kesadaran berlalu lintas tumbuh bukan hanya ketika ada polisi di jalan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Sebab, tertib berlalu lintas bukan sekadar takut ditilang. Lebih dari itu, kepatuhan terhadap aturan merupakan langkah sederhana untuk melindungi diri sendiri, keluarga dan pengguna jalan lainnya.
Pesannya jelas: sampai tujuan dengan selamat jauh lebih penting daripada terburu-buru.
Related Articles