Mahasiswa Undip Siap KKN di Kesesi, Sebanyak 232 Peserta Akan Diterjunkan ke 23 Desa

Terkini 22 Jun 2026 13:36 4 min read 14 views By Andy Dayak

Share berita ini

Mahasiswa Undip Siap KKN di Kesesi, Sebanyak 232 Peserta Akan Diterjunkan ke 23 Desa
Camat Kesesi Fuadi Jaman, A.P Berharap Kehadiran Mahasiswa Mampu Menjadi Jembatan Antara Ilmu Kampus dan Kebutuhan Nyata Masyarakat Desa

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id – Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, kembali menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Sebanyak 232 mahasiswa dari berbagai fakultas dijadwalkan melaksanakan pengabdian masyarakat di 23 desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Kesesi mulai 9 Juli hingga 18 Agustus 2026.

 

Kedatangan perwakilan mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan tersebut disambut langsung oleh Camat Kesesi, Fuadi Jaman, A.P, dalam kegiatan koordinasi dan pembekalan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Kesesi, Senin (22/6/2026). Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB hingga 12.00 WIB itu bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kondisi wilayah, karakteristik masyarakat, serta potensi dan permasalahan yang ada di desa-desa setempat.

 

Camat Kesesi, Fuadi Jaman,A.P, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal sebelum para mahasiswa terjun langsung ke lapangan. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi riil masyarakat menjadi hal penting agar program kerja yang nantinya disusun dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

 

"Hari ini kita kedatangan rombongan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang yang akan melaksanakan kegiatan KKN di wilayah Kecamatan Kesesi. Jumlahnya sekitar 232 mahasiswa yang akan ditempatkan di 23 desa. Melalui pertemuan ini kami mencoba memberikan gambaran mengenai kondisi desa-desa yang ada di Kecamatan Kesesi agar mereka memiliki bekal dalam melakukan observasi dan menyusun program kerja selama masa KKN," ujar Fuadi.

 

Ia menjelaskan, para mahasiswa yang diterjunkan berasal dari berbagai fakultas sehingga memiliki latar belakang keilmuan yang beragam. Kondisi tersebut dinilai menjadi kekuatan tersendiri karena memungkinkan terjadinya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam membantu pemerintah desa dan masyarakat.

 

Setiap desa nantinya akan ditempati sekitar 10 mahasiswa yang tergabung dalam kelompok-kelompok KKN. Dengan komposisi tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang ada di masyarakat dapat dikaji dari berbagai sudut pandang keilmuan sehingga menghasilkan solusi yang lebih komprehensif.

 

"Mahasiswa yang datang ini merupakan gabungan dari beberapa fakultas. Mereka bisa memadukan ilmu yang dimiliki sesuai bidang masing-masing untuk membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya pembangunan serta peningkatan kesejahteraan warga," jelasnya.

 

Fuadi menambahkan, pihak kecamatan menyambut positif dan merasa senang atas kepercayaan yang diberikan Universitas Diponegoro untuk menjadikan Kecamatan Kesesi sebagai lokasi KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai sarana belajar di lapangan, tetapi juga bagi pemerintah desa dan masyarakat yang memperoleh tambahan wawasan, ide, serta pendampingan dalam berbagai program pembangunan.

 

Lebih lanjut, ia berharap interaksi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan proses pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan. Mahasiswa dapat memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat secara langsung, sementara warga memperoleh akses terhadap berbagai ilmu pengetahuan dan inovasi yang dibawa dari lingkungan akademik.

 

"Kami berharap kehadiran mahasiswa Undip ini menjadi sarana saling berbagi pengetahuan. Mereka membawa ilmu yang didapatkan di kampus, sementara kami memberikan gambaran kondisi nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan. Sinergi ini diharapkan menjadi bekal yang baik dalam penyusunan program kegiatan mereka maupun sebagai masukan bagi pengembangan program pemerintah desa ke depan," tuturnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, yang hadir baru perwakilan dari masing-masing kelompok KKN. Dari total 23 kelompok yang akan ditempatkan di desa-desa, setiap kelompok mengirimkan perwakilan yang didampingi dosen pembimbing lapangan untuk mengikuti koordinasi awal.

 

Usai kegiatan di kantor kecamatan, para mahasiswa langsung melanjutkan agenda kunjungan ke desa lokasi penempatan masing-masing. Kunjungan tersebut bertujuan melakukan koordinasi awal dengan pemerintah desa terkait pelaksanaan KKN, termasuk pembahasan mengenai tempat tinggal mahasiswa, sarana pendukung, serta kebutuhan teknis lainnya selama masa pengabdian berlangsung.

 

Program KKN Universitas Diponegoro di Kecamatan Kesesi dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 40 hari, terhitung mulai 9 Juli hingga 18 Agustus 2026. Selama periode tersebut, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, pendampingan program desa, serta pengembangan potensi lokal sesuai hasil observasi yang dilakukan di masing-masing wilayah.

 

Dengan keterlibatan ratusan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, program KKN tahun ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan desa sekaligus menjadi wadah pembelajaran yang berharga bagi para mahasiswa dalam memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang lebih partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Kesesi.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp