Gudang Toko Pakaian di Doro Terbakar, Polisi Duga Korsleting Genset Jadi Pemicu Kerugian Rp200 Juta

Kriminal & Hukum 18 Jun 2026 00:52 3 min read 8 views By Andy Dayak

Share berita ini

Gudang Toko Pakaian di Doro Terbakar, Polisi Duga Korsleting Genset Jadi Pemicu Kerugian Rp200 Juta
Pemadaman listrik yang disusul kembalinya aliran PLN saat genset masih beroperasi diduga memicu korsleting. Tidak ada korban jiwa, namun puluhan barang dagangan hangus dilalap api.

PEKALONGAN || rakyatcerdas.my.id – Sebuah gudang penyimpanan milik Toko Pakaian Putra Sandang yang berada di Jalan Raya Ahmad Yani, Desa Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, dilalap si jago merah pada Rabu (17/6/2026) petang. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.45 WIB tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp200 juta.

 

Peristiwa kebakaran itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Asap tebal yang membumbung dari dalam gudang membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membantu upaya pemadaman sekaligus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.

 

Mendapat laporan kejadian, jajaran Polsek Doro bergerak cepat menuju lokasi. Sejumlah personel gabungan dari Tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan, Unit Samapta, petugas piket SPKT, serta piket fungsi Polres Pekalongan turut diterjunkan guna melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, gudang yang terbakar diketahui merupakan milik Hendar Putra Ivada (20), warga Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni. Bangunan berukuran sekitar 3 x 10 meter tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai jenis pakaian dan barang dagangan toko.

 

Dari keterangan sejumlah saksi, peristiwa bermula ketika wilayah Kecamatan Doro mengalami pemadaman listrik PLN secara serentak sekitar pukul 17.25 WIB. Untuk menjaga aktivitas usaha tetap berjalan, pemilik toko kemudian mengoperasikan genset manual yang berada di dalam gudang penyimpanan.

 

Namun, ketika aliran listrik PLN kembali menyala, genset yang masih beroperasi diduga tidak segera dimatikan. Situasi tersebut memicu gangguan pada sistem kelistrikan. Beberapa saat kemudian, seorang saksi melihat percikan api muncul dari area genset yang berada di dalam gudang.

 

Melihat kobaran api mulai membesar, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Pemilik toko bersama para karyawan dan warga sekitar segera melakukan upaya pemadaman menggunakan ember serta selang air sembari menghubungi pihak kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan PLN.

 

Kerja sama yang dilakukan secara cepat dan sigap akhirnya berhasil menjinakkan api dalam waktu kurang lebih 30 menit. Meski demikian, kobaran api telah lebih dahulu menghanguskan genset serta sejumlah besar pakaian dan barang dagangan yang tersimpan di dalam gudang.

 

Petugas kepolisian yang melakukan olah TKP menemukan bahwa titik awal kebakaran berasal dari area genset. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh terjadinya tabrakan arus listrik atau masuknya dua sumber listrik secara bersamaan ke dalam satu jalur instalasi ketika listrik PLN kembali menyala sementara genset masih aktif beroperasi.

 

Kapolsek Doro, Iptu Faridin, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

 

“Dari hasil olah TKP sementara, titik awal kebakaran berasal dari genset yang berada di dalam gudang toko pakaian. Diduga terjadi korsleting akibat adanya dua sumber arus listrik yang masuk secara bersamaan ketika listrik PLN kembali menyala sementara genset masih beroperasi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta,” ujar Faridin.

 

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan genset, terutama saat terjadi pemadaman listrik dalam waktu cukup lama.

 

Ia menegaskan bahwa penggunaan genset harus selalu disertai pengawasan dan pemahaman yang baik terhadap sistem kelistrikan. Kesalahan kecil dalam pengoperasian dapat berujung pada risiko besar, termasuk korsleting hingga kebakaran yang mengancam keselamatan dan harta benda.

 

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dan penggunaan genset sesuai standar keamanan. Ketika listrik PLN kembali menyala, genset harus segera dimatikan untuk menghindari risiko korsleting maupun kebakaran,” pungkasnya.

 

Peristiwa kebakaran di Desa Doro ini menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan sumber listrik cadangan. Selain memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, masyarakat juga diimbau untuk melakukan pengecekan rutin terhadap perangkat genset agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp